Ketika cinta menjadi mula dan rindu menjadi candu

Jumat, 18 Maret 2011


Kumulai kisah dengan melodi cinta

Sambil menghapus setiap tetesan bening yang mengalir dari mata hatiku

Ini tentang rindu yang terus memburu

Ketika ia menjelma menjadi candu

Tentang mimpi yang tak mampu terbangun

Mungkin sebaiknya begitu


Ada satu kisah

Yang mungkin asing kau baca

Bukan fenomenal tapi mampu meniupkan getar di hatimu, gejolak di darahmu dan badai dihatimu

Putri langit di stasiun senja

Sekilas seperti kisah dongeng di negeri antah berantah

Tapi apa kau tau, ini kisah percintaan maya yang nyata

Karna rasa besar disana

Diantara dunia yang melambungkan jiwa menembus sekat mayapada


Stasiun senja...

Lama tak menulis tentangmu sayang

Meski di sepanjang perjalanan yang ku lalui sengaja kutetes darah dan air mata untuk mengabadikanmu

Sepanjang terjaga anganku bercerita

Terntang cinta yang tak pernah kering

Sepanjang terlelap mimpiku berdekap

Dengan rindu yang tak mau habis

Kukatakan cinta tak selalu butuh raga

Jika nutrisi hati kau penuhi

Mungkin kau bilang aq gila

Atau sebut saja aku buta

Kau yang tak pernah tiba dan aq yang masih bisa tertawa

Karna mencintaimu benih kebahagiaan yang terus tumbuh dan tak akan mati


Wahai penikmat roman cinta...

Anggap saja aq gagap kata

Imagiku lusuh berpeluh

Apa yg kutulis bukan hanya pesan dalam mimpiku

Tapi mimpi dalam jagaku


Aq pernahmerasa terasing pada bukit perdu dengan rayuan ilalang

Tak ada tanda

Tak ada jejak yang harus kutaklukkan

Hingga aku tersesat disini

Di penantianmu stasiun senja

Memintal cerita melerai hasrat

Aq mengunci setiap jalan ke arahmu

Mematahkan jembatan untuk sampai padamu

Menghapus setiap jejak yang mengantar menujumu

Karna inginku hanya ada aku dan kamu


Jika pelangi ingin menjemputku akan kuhapus warnanya

Jika bintang membujukku pergi darimu akan ku bunuh kerlipnya

Dan jika angin merayuku akan kubungkam semilirnya

;;;;;;;;

Rabu, 02 Maret 2011


Biar kujahit dulu luka yang terlerai dengan rindumu

Hingga saat terburai kembali

Aku sudah terbiasa dengan rasa perih

Meski akan ku rajut dengan benang rindu yang baru...


Ketika kita hanya mampu menertawakan realita yang menangis pilu

Diatas mimpi-mimpi yang pernah kita lukis sempurna

Dan kebisuan berbicara lebih banyak dari kata-kata

Lalu mata mengantar makna yang tak kutulis lewat selembar sajak cinta

Bisakah aku membungkus dan melemparnya dalam palung samudra ?

Biar tenggelam tak tersisa !!!!

Hingga kaupun tak menemukan lagi bekasnya

Ohhh cintaaaa

Seperti apakah rupamu tercipta.....

Dialegtika Nurani

Kamis, 24 Februari 2011



Aku ingin mengajakmu berlayar, melayarkan imaji di lepas samudra, menikmati rasi bintanglalu memetiknya satu-satu.

Tanpa kompas tanpa sextan...

Berharaplah langit semakin kelam hingga pijar bintang penunjuk arah semakin jelas, berlayarlah kemana kau suka karna aku setia bersamamu...

Saat malam kita bertahta, karna esok surya hapuskan jejak, menghapus jejak rasi salib yang mengajak kita ke selatan juga gayung besar ke utara.

"apa kau mengenal rasi?" tanyamu,

"tidak, hanya tau beberapa nama dan belum mengenalnya ... andromeda, cassiopea, ara, columba, coma berenices, corona australis, borealis ...tiap titik langit pada satu rasi, tak bertumpuk. mengagumkan. rasi hanya pola, pola susunan tertentu pada bola langit"

"kau menyukainya?"

"aku tak paham membaca langit, bintang-bintang itu seperti mutiara berserakan. glow in the dark. aku menyukainya dengan atau tanpa pola"

"kau begitu takjub melihatnya”

“aku mencintainya...”

"darimana kau tau itu cinta?"

"bagaimana lagi ku kiaskan cinta padamu? cinta hanya sebuah kata, sedang kata tak mampu menampung rasa, sedalam apa makna sebuah kata?akalpun terbaring tanpa daya.akupun bisa mencipta kata, satu kata diatas cinta, cukup ku dengungkan pada angin dan ombak hingga ia bersandar melekat ke semua akal lalu dilafalkan. tapi apa arti kata tanpa rasa dan rasa tetap ada meski tanpa kata..."

"bagaimana mula kau mencinta?"

" tentang rasa aku gagap kata, tak usah kau tanya kenapa, kapan dan bagaimana. aku tak punya jawaban sempurna sesempurna rasaku seperti padamu, entah"

"indra mana yang melambungkanmu padaku?"

"pecinta akan mencinta meski tanpa indra, indra itu lahir, dan lahir itu semu.aku mencintaimu tanpa lebih dulu melihatmu, aku mencintaimu tanpa lebih dulu mendengar senandungmu, aku mencintaimu tanpa lebih dulu berdialog denganmu, aku mencintaimu tanpa lebih dulu menyentuhmu. aku mencintaimu tanpa rayuanmu, hatiku menjangkaumu lebih dulu dari indraku hingga semua yang ada padaku mencintaimu"

"tidakkah cintamu itu buta?"

"hatiku cahaya tak padam karna aku terus menjaga nyala, dia sebaik-baik penglihatan"

Dan aku masih terus berlayar lalu terbang bersamamu, berkenalan dengan bintang. hingga kau tak lagi bertanya kenapa ada cinta....


Kamis, 30 Desember 2010


ini aku,
datang lagi kerumahmu
karna disini tempatku menuah rindu
tapi tak kutemukan puisi untukku

dimana lagi kugantung sajak cinta untukmu
langit-langit stasiunmu telah sesak dengan pesanku
pernahkah kau baca atau sekedar mendengar nyanyian dedaun tebu yang berisik karna rindu
ini masih tentangku, tentangmu, tentang rindu, tentang harap yang makin lusuh
karna apapun yang mengalir dari lamunku masih saja tentang kita

bagaimana bisa aku beranjak dari negri senja ? disini rumahmu...rumahku
bagaimana bisa aku berpaling dari stasiun senja ? disana kekasihku, nafasku

jika
mereka berkata melihatku tertawa pada malam
menari bersama bintang
mendekap bulan
atau..
mereka mencibirku berdiri pada pokok pinus menanti fajar
merekah bersama kuntum bunga dalam terang
dan tak pernah kembali pada senja

itu mungkin aku nanti...

tapi mereka hanya menjejak jasadku
karna hati dan mimpi akan kutinggal disini
tetap bersamamu
hingga akhirku...
hingga akhirku...
karna sungguh inginku hanya untukmu.

Negeri Senja

Jumat, 17 September 2010

negri senja, berjuta warna, nuansa yang eksotik seolah kilauan cahaya dengan ragam pendar berjanji bertemu disana.

sajak-sajak sebak, lembar-lembar puisi tak sampai mengalir di sini... negeri senja.

ruas-ruas cahaya bergetar menyepuh mega,

.dia tak tiba.

rindu diam kembali membelam.

luka lama makin lebam.

sayang hanya sesaat,

senja memang singkat meski begitu memikat,

jika ia terlambat aku harus kembali lagi esok,

menanti.

dihayati irama violin feat deburan ombak di negeri senja, romantis yang menyayat.

tepat dibawah anggun pohon lampai lagi-lagi aku melirik arloji putih yang sedikit longgar di tangan kiriku, nyaris berlalu...riuh nyanyian burung pelikan bersahutan,melayang-layang diatas buih ombak, sebentar lagi mereka akan mengepak sayap pulang ke sangkar masing-masing dan kembali di jemput surya jika esok masih ada.

senja makin hilang.

tapi aku ragu untuk pulang.

tak ada yang memanggilku,

tak ada yang menjemputku.

tak ada tempat untukku.

ia masih belum tiba..

jika esok masih ada...akankah penantianku berakhir?

jika esok masih ada...apa kau akan menjemputku di negri senja?

tapi, jika besok tak ada...???

Gemuruh Rindu

Minggu, 12 September 2010


aku mengenangmu,
setiap detik waktu,
meski semua berputar makin hebat,

akupun selalu terseok gelisah
pada seonggok rindu yang menopang di lajur darah
melecut nyeri seperti cambukan cemeti,
luka ini lukamu
namun aku tak ingin terisak sembilu

satu hal yang paling aku inginkan
namun itu pula yang aku takutkan
pertemuan di stasiun senja
menatapmu disana
terduduk resah menanti berita
yang telah lama aku kabarkan
namun ternyata tak pernah sampai

***
pesan-pesan itu entah terbang kemana
mungkinkan angin mencurinya
atau hujan membunuhnya ... ??!!!

apa yang harus aku katakan padamu wahai kau penawan rasa?
telah lama akupun tak berdaya
memenjara rindu yang kian memberingas
akankah dada retak terpecah?

kita para kelana maya
tulisan ini kata-kata...
maka dengarkanlah !!!
karna ia mungkin terlalu lama lelah mengambang
hingga rindu menjejak tanah

mungkin nanti...
di satu senja
bukan lagi sekedar cerita...


Di Bawah Kabut


beringsut dari lena selimut malam
dingin makin gigil
gusarku menghalau kantuk

"masih gelap" pikirku.
hasratku ingin membuai mimpi
menjemput tawa yang sempat terburai pada pertemuan terakhir
ohh malam yang sedang merangkak
apa aku harus meratap ? ketika semilirnya tak lagi mampu ku dekap ?
atau mungkin ku enyahkan saja bayang yang sibuk berkelebat makin hebat..??!

huufftt, desah berat yang sengaja kuhambur sekedar berbagi dengan udara, karna memang tak ada sesiapa lagi disini...
(maka resapilah risauku, tampar saja igauku)

kusingkap tirai jendela, memainkan jemariku pada tuas penopang hingga sesekali berderit ngilu.
aku beranjak meraba saklar..hingga seketika benderang, semua benda berbagi pandang.
.bilikku telah terang.

kubiarkan angin malam menggigit tubuhku
merayapi segenap sukmaku
aku ingin sekedar menumpah galau pada gelap yang tak lagi malam

bisakah ku titip bayangmu disana?
di balik jendela...
bayang yang seperti perekat merapat erat di dalam benak.
biar terkubur disana

sebelum fajar mengintip di balik bukit
- terkubur dibawah kabut -


Stasiun Senja

Kamis, 02 September 2010


stasiun senja
sebuah inspirasi juga mimpi
kau yang banyak bercerita padaku
merekatkan bait-bait puisi pada tiap dindingnya
melukiskan mimpi indah dan kau tanamkan asa dibenakku
kuat mengakar hingga sekarang

kau pernah mengajakku terbang
dengan kencana parahyangan
tertawa dan berdansa
hingga kelangit ucapmu

mungkin kau masih ingat
saat aku terpuruk pilu
menantang ombak yang menenggelamkan harapku
mengajakku bersenda hingga ke tepi

banyak syair yang kita tulis
menghidupkan hati yang pernah mati
bersandinglah kita pada malam
terlelap dalam pelukan bintang
bersandar dalam penantian
"stasiun senja"
dalam prasasti cinta penuh makna

Denting Sonata

Rabu, 01 September 2010


sejak semalam merasuk ke alam maya
jemaripun berayun menyentil tuuts leppieku
sejam...dua jam...hanya angan yang sibuk melayang
imagi seperti gagu perlahan bisu
aneka aksara begitu tidak menggoda
begitu asing
kembali tak biasa
what the hell is it ?!!!
dhkadlakjdkjfhkshflashfskdfhlakshfklashfl
yang terisa hanya senandung-senandung altar kesunyian
dingin..sepi..beku
mungkin karna angan bercerai dari kebiasaannya
biarkan badai lewat
biarkan rasa habis
biarkan rindu kering

................

sayup-sayup denting sonata
perlahan lalu hilang




DIA


Ia kenalkan padaku kata rindu …
yang kini akrab bersuara dalam gaung dadaku

Ia kenalkan padaku kata rindu …
di ujung malam yang berjingkat lelah temui pagi

Ia kenalkan padaku kata rindu …
lalu ku telusuri maknanya pada resah sapanya
Pada hangat jemarinya

Ia kenalkan padaku kata rindu …
Mengajarkanku merantai sajak menggugah nalar meski terkadang tanpa diksi,ellipsis
Tinggal noktah lalu kelam

Ia kenalkan padaku kata rindu …
lalu lenyap seberkas asap

Ia kenalkan padaku kata rindu …
Hingga aq terdampar di bibir sunyi
Karna tanpa dia rinduku hilang