SENJA II

Rabu, 20 Januari 2010

Karna senja aku berjarak dengan gelap,
Sedang kau sekarang lindap di dada malam,
Aq tak lama sedang kau begitu panjang,
Apalah kita abaikan rasa angkuh bermalam-malam,
Bertemu pagi lalu terbenam di bilik,
Hai jiwa yang kudamba,
Hempas acuhmu karna ia benamkanmu dalam berjuta risau,
Aroma rimbunan mawar seperti telapak membelai ranum pipiku,
Dibawah pohon yang lampai kuteduhkan rindu sejenak,
Rindu padamu yang pernah hadir di tiap senja lalu pergi entah kemana...


SENJA 1

Rabu, 13 Januari 2010

tentang senja,
Yang membuat hati tengadah tampung cinta,
Aq menyukai senja karna ia bercerita tentang mu,
Aq mencintai senja karna ia mengenalkan rinduku padamu,
Dan jika ia habis dibenam masa,
Apalah dayaku ini,

dimana lagi kudengar cerita tentangmu
,
Sedang kau makin tak tau siapa aku,
Dan aku tak punya cara untuk menyampaikan padamu,
aku rindu

GERIMIS I

Sesaat aq limbung ,
Dalam malam artikan galau yg bergelut dalam gelisah,
Ahh, haruskah kisah yang yang sama ?
Rindu ditepis asa terbuang,
Ingin kusampaikan kisah lalu,
setidaknya agar kau tau,
namun sepi,
hanya ada ada bayang bulan dengan ruas getar menyapu tanah,
Seolah meberi jalan untuk tenggelam,
Aq bosan dengan kisah pilu,
Bosan dengan rindu tak bertuan,
Bosan sendiri,
Pikiranku mulai tercecer kemana-mana,
Tak fokus,
Berantakan

MENUNGGU

Tak ada kertas,
Namun aq terus menulis tentangmu di manapun aq mau,
Sekalipun pena dan lontar menjauh dariku,
Karna aq hanya mengukir pilu,
Mungkin juga lelah dengan tingkahku,
Atau bosan dengan senandung rindu yang tak pernah berganti,
Selalu itu dan itu,
inilah aq dengan segala keterbatasanku,
Seperti bunga putri malu yang hanya bisa merunduk rapat ketika tersentuh,
Aq tak punya nyali untuk menatap,
Aq pun tak punya keberanian untuk bicara,
Aku hanyalah aku Yang tenggelam dalam diriku,
Aq ingin kau tau meski tanpa aq beritahu,
Aku menunggumu....

KIRANA

di belantara rindu kau berpacu dengan angin,
mengumpulkan sisa sinar mentari yang pecah tersaring rimbunan pohon,
terik kau berpeluh,
kau biarkan sisa embun jatuh dipundak yang kau biarkan terbuka,
sejuk disela amarah yang meradang,
tak ada telaga untuk padamkan api yang meraja,
kau begitu marah pada apa?
atau begitu gusar karna apa?
teriakmu melangit,
tercekat sendiri,

"KIRANAAAAAAAAAA !!!"
satu nama yang sempat kudengar,
entah kau biarkan ia hilang,
atau kau tak mampu mengejarnya lagi,

biarkan ia terbang karna mungkin kau tak menjaganya...

SENJA KALI INI

Minggu, 10 Januari 2010

sore yang basah,
mungkin karna gerimis mengantar senja hingga ke peraduan,
atau percik ombak yang sedang resah menampar tepi,
karna aq dekat dengannya,
menanti senja di bibir pantai,
sendiri,
tak peduli,
jangan mendekat bila kau tak mengerti!!!

sore yang basah...
tanah yang lembab,
wajah-wajah yang menatap,
laut meratap,
aq yang menyapa,
bukan pada siapa,
hanya pada senja,
karna aq disini memang hanya untuknya...


SENJA

Sabtu, 02 Januari 2010

sebelum kau hadir,
hidupku seperti bulan yang redup ketika malam.
sangat gelap,
walaupun selalu ada cahaya bintang dan harapan...
dan kemudian kamu melesat melintasi langitku seperti sebuah meteor...
mendadak semuanya menjadi terang,
cahaya berkilauan begitu indah,
dan ketika kamu pergi ...
ketika meteor itu jatuh dibawah kaki langit ...
semua kembali gelap,
Hitam...
tidak ada yang berubah, kecuali mataku menjadi buta karna cahaya.
aq tidak mampu melihat bintang lagi,
dan aq tidak mengharapkan apa-apa lagi...
(Translate from My Twilight)

NYANYIAN RINDU II

Rabu, 23 Desember 2009

menanti,
dalam malam langit berparas kelam,
suara hati bergema dalam lorong kesunyian,
tak ada siapa atau apa,
waktu terasa berlari,
masuk dalam rimba malam yang tak pasti,
jangankan gontai,selangkahpun tak mampu tergerak...
cakrawala membentang misteri,
hembus angin malam membungkam resah,
kidung malam mengalun,
mengantar padaku nyanyian rindu,
tapi inginku hanya satu,
bertemu....


NYANYIAN RINDU I

Sabtu, 19 Desember 2009

Malam pekat,
tanah pijakku haus,

langit iba,

gerimis datang mengantar pinta tanah kekasih langit,

dari kasih untuk kekasih,

biar ku ukir kisahku dalam qalbu kerinduan,

Seperti penaku yg tak bosan menyentuh dinding-dinding bisu,

seperti mata yg siap terjaga didepan kitab2 keteladanan,

seperti Itu aq tak akan berhenti menantimu,

KADO SANG RAHMAN YANG BELUM TIBA....

Senyum Malaikatmu

Sabtu, 21 November 2009

Ini aku,
menyapamu dengan senandung rindu,
senyummu menyergap sadarku,
langit tersipu...angan menari,
biarlah tetap begitu,
karna senyum malaikat itu masih menggelayut manja di benakku,
tak pergi dan takkan kubiarkan pergi,
karna ia akan menetap di sini,
dalam rindu ini ...

(Request From K Gun for someone special)


ABOUT LOVE N LOVE

Cinta...
1 kata yg tidak pernah mempunyai kesepakatan definisi,
adakah hukum yang mengaturnya?
Hmmmph "still dawn time"
whatever,biarkan ia berkelebat nyata dalam benak setiap orang.
Aq punya dunia di balik carik-carik kertas,
juga mungkin di balik dinding-dinding bisu yg berisi pertanyaan-pertanyaan tentang dunia yang tidak akan pernah habis diperdebatkan...
Ssst, stop untuk berfikir berapa rim kertas yang telah habis atau seberapa banyak dinding yang tak lagi putih karna ulahku..
biarkan saja !!!
Bisa kan ???
Back to Cinta...
apa aq punya?
Pernah punya dan telah habis ?
...atau masih ada sedikit dan itu tersisa untukmu ???
lalu siapa kamu ???
Apa cinta punya satuan ?
Yang satu waktu akan habis tak tersisa ?
Atau apakah memang benar dia sesuatu yang tak terbatas seperti katamu ?
Kalau memang benar seperti itu kenapa kita bisa merasakan sesuatu yg tidak terbatas,sementara apa yg ada dalam diri kita serba terbatas ?
Huft, lagi-lagi aq mendengus kesal krn akal sehatku blm berfungsi normal siang ini,
atau tidak perlu otak untuk menjawab kekalutan yang seperti arwah penasaran,menggelayut sial didalam kepala...DAMN !!!
Kali ini terlalu banyak kata atau yach ?
apa mungkin sudah telalu bodoh untuk menyimpulkan???
Deuced lach...

LANGIT XI


gemercik ombak memecah senyap,
camarpun singgah sekejap, melintas dan berkelibat lalu melayang di udara menuju langit,
hening dan sunyi,
hingga denyut nadi dalam kehidupanpun dapat terdengar,
lembut sapa angin mengecup pipiku hangat,
seakan waktu terhenti dan terpaku,
diatas karang yang memeluk bumi kutuliskan kisahku,
dalam lembar demi lembar naskah yang terkoyak rasa,
tersadar telah lama kau beranjak,
namun sejuk itu masih terasa...

LANGIT X

menapaki jalan di sepanjang pesisir pantai,
tak ada siapapun...
hanya kau,aq,dan cerita2 qta..
tentang kicauan camar,
riak ombak,
padang sabana,
tentang nelayan yang menyabung nyawa hingga ketengah samudra,
tentang remaja yang dibuai cinta,
tentang mimpi dan khayal qta...
ku lantunkan syairq dan kau mencatatx,
disini puisi turun brsama angin laut,
sejuk, mengalun dan merantai indah...

SEANDAINYA ,,,,

sederet makna hadir menjelma,
mengusik lamunan dan kerinduan kosong,
bahasa-bahasa cinta memapah perlahan,
menyusup diantara ribuan kegalauan,
jera yang tak kuakui memojokkan aq di sudut kegelisahan,
namun setitik cahaya dengan tulus menyinari,
hanya ada satu kata yang terlintas,
seandainya.....

LANGIT IX


samudra kata terbelit musik...
alunan rindu berdenting dari palung terdalam hati,
ku tuliskan syair cinta lewat lentik jemariku,
dan biarkan aq terus menulis...
kukirimkan kidung kasih untuk membuaimu,
dan lihatlah caraku mencintaimu...
tirai demi tirai berarak gelombang mulai kusibak,
taukah kamu?...saat kau menyapa seluruh sel dalam tubuhku melonjak riang?
mengapa tak kau teruskan?

TARIAN OMBAK XI

Mimpi itu pernah ada...
Dekat sebelum tulisan ini kau baca,
mimpi tentang kehangatan pasir putih yg membenamkan jemari kaki kita,
pondok-pondok kecil diantara padang ilalang,
teriknya mentari ditengah gurun,
sejuknya mata air di kaki bukit,
indahnya teratai di tengah danau...
Mimpi yang membuat aq selalu ingin melabuhkan rinduku,
tapi aq terlalu takut untuk menepi,
takut kalau disebrang lautan ini hanya ada dermaga yang kosong,
hanya ada dataran yang tandus,,,
apa samudra masih akan membawaku berlayar setenang ini???

TARIAN OMBAK X

Aq msh terus berlayar,
berkawan langit dan samudra yg seolah membenamkanku dlm keindahannya...
Sungguh perpaduan yg sempurna ketika samudra seperti cermin yg memantulkan kemegahan sang langit..
Kunikmati buaian ombak yg mengayun lembut perahuq,
kubiarkan angin menyusup di setiap celah pori2 kulitku,
dan kulepaskan anganku berlari,menari sementara detak msh terus berpacu...
Mungkin aq mulai terbiasa dg kepayahanku,
dan aq mulai bertanya...
Apa aq masih merindukan dermaga???

TARIAN OMBAK IX

Ketika cinta mengurai kisahnya,
aq tergagu dalam gelombang rasa,
ikut tergulung dan pasrah terhempas,
mungkin cinta seperti bius yang menghipnotis rasa,
sesekali bodoh dan terkadang jenius,
entah penggubahan kebodohan menjadi kejeniusan,atau justru kejeniusan melahirkan kebodohan...
Demikian misteri tirai cinta,
hingga saat kusibak hanya ada angin berlarian menghentak rasa,
hingga waktu juga tak berkuasa atas kehendaknya,
hingga akal tak selaras dengan tindakannya,
hingga hati tak berdaya menolak titahnya,
dan hingga aq tak tau kemana semua akan kubawa...

TARIAN OMBAK VIII

Senin, 02 November 2009

dulu,...
disini,
disamudra yang melayarkan imajiku aq nyaris tenggelam,
meneguk puluhan liter air laut yang rasanya tak mampu lagi ku mengerti,
melawan gelombang yang tiba-tiba menyergap bersekutu dengan badai,
sendiri...
hingga akhirnya hujan badai hanya menyisakan gerimis dan kabut yg menyelimuti bumi...

TARIAN OMBAK VII

Senin, 31 Agustus 2009

Tiba-tiba malam,
tiba-tiba senyap,
tiba-tiba pudar,
tiba-tiba menghilang,
tak ada lambang yg terpatri sekalipun itu isyarat kaya makna,
benar-benar kosong meskipun ruang begitu lapang,
sedang yg lain berserakan,menghimpit dan sakit demi sebuah tempat.
Tapi ternyata hanya dibiarkan usang,berdebu hingga layak dibakar dan menjadi abu karna sebuah keangkuhan.
Apa yg qta pertaruhkan demi mentari?
Sedang qta tak pantas bermandi cahaya,
dalam malam ada nyanyian,
dalam senyap hadir pesona,
dalam pudar tercipta lukisan,
hingga ketika hilang akan tersimpan sejarah.
Bukan mentari yg qta tunggu...