skip to main |
skip to sidebar
Saat semua mata terpejam,
Aq terjaga seutuhnya,
Ku biarkan angan berlari tanpa arah,
Mengusik dimensi rasa yang angkuh bertahta,
Ada banyak bahasa yang tertulis dalam benak,
Mampukah kau membacanya?
Ada rahasia hati yag terkirim lewat mata,
Adakah kau mengerti?
Ada bisik lembut yang kutitipkan lewat udara
Sudahkah kau dengar?
Juga ada luapan kata lewat aksara yang tersusun rapi,
Bisakah kau mengerti?
Sementara aq sendiri tak mampu memberi kesimpulan dari rangkuman perasaan yang telah aq kumpulkan..
Kado rasa yang seharusnya telah sampai padamu
Namun masih tersimpan rapi padaq….
Apa yang kau fikirkan hingga begitu jauh kau berpijak?
Menatap kosong pada langit, lalu bertanya pada angin,
Yang kau sendiri tau mereka tak akan menjawab risaumu.
Sementara aq disini terpaku menatapmu,
Menanti raga yang jiwanya telah lama mendekap
Apalagi yang kau pertanyakan ketika semua ada padamu
Termasuk aq
Begitu menyedihkankah keadaanku?
atau aku terlalu bodoh untuk mengerti ?
Terlalu lama kubenamkan wajah pada kedua tanganku,
meringkuk disudut keterasingan sendiri,
hingga setiap persendian tubuh begitu kaku untuk bergerak sesuai fungsinya,
uhhh,mungkin aq harus terbang sejenak,
melesat bak bulu panah,
menembus semua batas,
meski hanya dengan sayap tak sempurna...
Owh malam...
bisakah kau tak pergi jauh dariku?
aq tak siap bertemu mentari yang akan menyakiti kulitku dengan bisa sengatannya...
tidak kah kau tau aq begitu takut terbunuh dalam terang?
Nyaliku menciut hanya dengan membayangkannya,
dapatkah bumi berhenti berputar sementara?
hanya untuk membiarkan aq sedikit bernafas...
dan perlahan rajutan kasih yang pernah qta sulam terburai sudah,
terpuruk dalam selubung kesedihan yang menelingkupi,
namun aq tak ingin terkurung didalamnya lebih lama,
setidaknya cukup hari ini panas butiran mutiara membanjiri lukaq...
dan besok ketika hari menjemput...kuhanyutkan semua kenangan itu...
semua sayang...
dan biarkan waktu menghapus serpihan yang tersisa...
(Request Frm Candy Deniz)
Tak seperti pagi tadi,Saat Mata dewa membiaskan hangatnya,Burung2 terbang menari, dengan kicau yang bersahut2an…Qta berlari disepanjang bibir pantai,Bermain ombak yang berdebur riang…Menggenggam dan mendekap hati,Angin menggoda dengan desiran manja…Qta biarkan laut dan langit cemburu,Tapi, malam ini…Ribuan bintang hadir membisu,Hanya ada bayang yg temani sepi,Suara malam pun berbisik lirih,Dan aq tau, akan ada malam2 lagi yang hadir tanpa jawaban…tapi aq tak lagi peduli…karna malam tak akan selamanya bertahta.
(Request frm candy deniz)
biarkan aq tenggelam dalam mimpi yang panjang
dalam pembaringan yang sepi
sekejap dalam dekap dan belai hangatmu
walau aq tau saat aq terjaga nanti...
hanya ada kabut yang memeluk bumi,
hanya ada ombak yang merangkul samudra,
dan hanya ada aq beserta bayangmu,
bayang yang akan hilang dan akan berlalu bersama angin...
akan kuhirup lebih dalam,
bahkan lebih lama hingga sejuk menyusup dalam setiap nadiku,
hai hati...
apa kabarmu hari ini???
masih menyulam rindu atau telah hanyut ditelan ombak cinta yg memaksamu sekarat bahkan mati?
hati tau yang tak kau tau
dia mempunyai jawaban atas semua tanya,
tp bagaimana dengan bibirmu?
mampukah ia memuntahkan samudra kata yang meluap dari dasar hati???
kalau tak mampu,,, pandu jemarimu merantai deretan aksara dari bisikan hati
dia bernyawa dan akan hidup lebih lama dari usiamu itu sendiri...
cinta mudah menyapa ketika ia berkehendak,
terkadang seperti udara yang memberikan nafas agar sang hati terus hidup dan membawanya berkelana,
tapi terkadang hanya seperti angin yang hanya berhembus, memberi sejuk sesaat kemudian hilang tak tau,
siapa yg salah???
dewa amor yang hanya menancapkan satu panah cinta???
atau hati yang tak tau diri???
kamu,aq dan qta tak pernah salah...
karna cinta yang memilih,
bukan kita...
-hati merupakan refleksi maha agung dari sang maha kasih-